KUNJUNGAN INDUSTRI SMK NEGERI 1 JAKARTA KE PT. AUTO CAR INDUSTRI KOMPONEN
Untuk Mendekatkan Siswa ke Industri yang nyata..... SMK Negeri 1 akan melaksankan Kunjuagan Industri ke PT.Auto Car Industri Komponen di daerah Dawuhan Kali urip Cikampek Karawang. Siswa yang berangkat sekitar 104 siswa yang terdiri dari teknik Pemesinan dan Teknik Kendaraan Ringan. Rencana keberangkatan tanggal 3 Nopember 2010.
Berpusat di Bandung dengan 695 orang karyawan tetap (posisi Maret 2009), PT INTI (Industri Telekomunikasi Indonesia) telah berkiprah dalam bisnis telekomunikasi selama 35 tahun. Pelanggan utama INTI antara lain adalah "THE BIG FOUR" operator telekomunikasi di Indonesia; Telkom, Indosat, Telkomsel dan XL.
Sejak berkembangnya tren konvergensi antara teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi (IT), INTI telah melakukan perubahan orientasi bisnis dari yang semula berbasis pure manufacture menjadi sebuah industri yang berbasis solusi kesisteman, khususnya dalam bidang sistem infokom dan integrasi teknologi.
Selama dua tahun terakhir INTI menangani solusi dan layanan jaringan tetap maupun seluler serta mengembangkan produk-produk seperti IP PBX, NMS (Network Management System), SLIMS (Subscriber Line Maintenance System), NGN Server, VMS (Video Messaging System), GPA (Perangkat Pemantau dan Pengontrol berbasis SNMP), Interface Monitoring System untuk jaringan CDMA, dan Sistem Deteksi dan Peringatan Bencana Alam (Disaster Forecasting and Warning System).
Memasuki tahun 2009, PT INTI mulai mencari peluang-peluang bisnis dalam industri IT, termasuk kemungkinan untuk bergabung dalam usaha mewujudkan salah satu mimpi dan tantangan terbesar Indonesia saat ini, yaitu membuat komputer notebook murah. Ini adalah satu tantangan yang besar bagi INTI.
Leia mais...
Jakarta - Menko Polhukam Djoko Suyanto mengecam keras insiden penusukan jemaat HKBP di Bekasi. Djoko menilai tindakan tersebut merupakan tindakan pengecut.
"Itu tindakan pengecut yang sungguh di luar nalar, di luar akal," kata Djoko di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (14/9/2010).
Menurut Djoko, siapa pun orangnya, tidak dibenarkan melakukan tindakan tersebut. "Saya kira apa yang disampaikan sejak dari awal saya menerima laporan, yang jelas siapa pun, organisasi apa pun melakukan tindakan seperti itu tidak bisa dibenarkan," tegasnya.
Mengenai SKB 2 menteri soal pendirian tempat ibadah yang diminta untuk dicabut, Djoko tidak begitu paham. Yang jelas menurut Djoko, aturan yang dibuat adalah untuk mempermudah, memperlancar, dan mengakomodir semua kepentingan. Tidak ada peraturan yang dibuat untuk mempersulit rakyat.
"Tapi pelaksanaan di lapangan, ada dinamika. Itu jelas perlu dikelola dengan baik," ungkapnya.
Sebelumnya Djoko sudah meminta pihak kepolisian untuk segera mengambil tindakan atas insiden memalukan tersebut. Djoko meminta agar jangan sampai pelaku penusukan bisa bebas berkeliaran.
Peristiwa penusukan ini menimpa Asia Sihombing pada Minggu 12 September. Pelaku penusukan menggunakan sepeda motor. Korban Asia kini menjalani perawatan intensif di RS Mitra Bekasi. Pelaku juga sempat melukai Pendeta Lusfida. (gus/nrl)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Polisi menetapkan satu tersangka tambahan dalam kasus penusukan yang menimpa pendeta dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Bekasi beberapa hari lalu. Dengan bertambahnya satu tersangka itu, maka total tersangka yang ditetapkan polisi menjadi 10 orang.
"Kemarin sudah tambahan satu lagi jadi sepuluh, statusnya tersangka," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, di Istana Negara, Rabu (15/9). Dia enggan menjelaskan lebih perinci identitas tersangka baru itu, termasuk dugaan anggota salah satu ormas.
"Kita tidak menyebut dari ormas mana. Kasus itu akan usut tuntas, siapa pun di belakangnya. siapapun yang melakukan tindakan kriminal pasti kita akan proses," katanya. Bambang belum bisa menjelaskan motif dari aksi penusukan pendeta itu.